Friday, November 14, 2008

Trying Harder To Drive

Dua minggu yang lalu suamiku tiba-tiba menawariku belajar mengemudi di salah satu tempat kursus terkenal di kota ku (Malang). Kebetulan suami habis dapat voucher dari salah satu dealer "X" karena habis service ... ribu km. Lumayan juga, voucher tersebut berlaku untuk 2 orang.

Dengan rasa senang hati campur deg-degan aku diantar suami pergi mendaftar ke tempat kursus tersebut. Voucher ditukarkan untukku dan mbak iparku. Wah ternyata biaya kursus mengemudi tanpa SIM selama 90 menit hanya 5 kali pertemuan lumayan mahal juga ya. Aku tidak mengambil paket yang sekalian dengan SIM, karena SIM nya lebih murah dan lebih cepat kalo buat sendiri, hehehe.....

Hari pertama belajar mengemudi perasaannya nervous gak karu-karuan. Perasaan ku campur-aduk, takut g bisa, takut nabrak, takut ini dan itu. Sebelum berangkat suamiku berpesan bahwa modal utama menyetir adalah berani dan percaya diri. Aku memang masih awam dalam setir-menyetir (lebih nyaman jadi penumpang bisa sambil nonton vcd, hehehe..).

Pertama-tama bapak instruktur menjelaskan segala macem yang ada di bagian driver beserta fungsi dan cara kerjanya. Wah aku jadi tambah nervous, ketika setelah 5 menit instruktur menjelaskan aku disuruh langsung praktek di jalan ramai. Yang keluar hanya keringat dingin, padahal AC nya udah ke arahku. Alhamdulillah bapak instrukturnya sabar.

Hari kedua aku sudah gak nervous. Materi latihannya masih standar. Hari ketiga latihan keseimbangan. Keseimbangan sangat dibutuhkan ketika berhenti di lampu merah yang padat kendaraan, ketika antri parkir di mall yang tempat parkirane nanjak, dll. Ternyata susah juga latihan setir mobil cara manual.

Materi latihan di hari keempat adalah parkir. Hmmmm, latihan ini menguras tenaga karena kedua kaki mengendalikan gas, rem, kopling sedangkan tangan bekerja keras mengendalikan stir dan gigi supaya posisi mobil tidak menyenggol sebelah kanan kiri. Sepulang dari latihan kakiku pegal-pegal. Eh malah diketawain suamiku. Katanya "baru gitu aja kok udah pegal-pegal", idih aku jadi malu... :-).

Hari ini hari terakhir latihan. Aku senang sekali karena aku sudah gak takut nyetir di jalan ramai. Dengan tanpa rasa nervous mobil yang biasa kupakai buat latihan langsung kukendarai. Sekarang rute latihannya ke arah barat. Wah firasat buruk nie, jangan-jangan rute latihannya sampai ke Batu, Payung, Pujon..., atau bisa-bisa malah sampai jogja (hehehehe, ya gak mungkin). Aku ngikut saja apa yang diinstruksikan bapak instruktur. Mobil kulaju dengan kecepatan sedang. Ternyata oh ternyata rute latihan hari terakhir adalah melewati jalan lurus, tanjakan berkelok-kelok (kota Batu terus ke atas). Hatiku dag-dig-dug nieh. Di sebelah kananku jurang, disebelah kiriku tebing, trus belokannya tajam. Hiii ngeri.... Sambil menghela nafas panjang-panjang kulalui semua nya. Alhamdulillah akhirnya aku sampai finish (di kantor kursus mengemudi tersebut) dengan selamat, walau dengan keadaan baju basah oleh keringat dingin.

Di hari terakhir itu ternyata suamiku setia mengikuti dan memantau latihanku dari belakang. Waduh saking spanengnya aku sampai gak liat kalo suamiku mengikuti dari belakang. Dalam perjalanan pulang ke rumah suamiku memuji latihanku, "Bunda latihannya sudah bagus gitu kok, besok-besok gantiin Abi nyetir ya !!! ". Tuing-tuing.... dalam hatiku berkata "mampus aku, tadi pas latihan kan aku keluar keringat dingin". huahuahuahuahuahua........

Makasih banyak buat suamiku tercinta......
Buat mbak iparku makasih atas kesetiaannya menemaniku selama latihan di "N"....

blogger templates | Make Money Online